Langsung ke konten utama

Kita, Sempurna

Kadang, kita terlalu berusaha menjadi sempurna
Berusaha menjadi apa yang diharapkan,
memberi apa yang diinginkan,
menjadi jawaban apa yang diminta

Sayangnya, kita kemudian kecewa ketika kerja keras kita sia-sia
Apa yang kita pikir sudah yang terbaik ternyata belum cukup baik
Dan selalu, tidak akan pernah cukup..

Selalu merasa salah
Selalu merasa kalah

Yah.. pada akhirnya kita akan selalu lelah

Tapi kita nggak bisa menyalahkan siapa-siapa
Karena mata kita bukan mata mereka

Apa yang dilihat tentu saja akan berbeda
Mungkin saja saya melihat biru dan kamu melihat merah
Di sisi lain ada orang yang melihatnya ungu karena ia berada di tengah

Sekarang tergantung darimana kita melihatnya,
apakah itu kekurangan atau keunikan
apakah itu perubahan atau kepalsuan

Karena kesempurnaan tak akan pernah ada
Dan ketika kita ingin menjadi sempurna,
berarti ingin menjadi
tidak ada



8 Maret 2011
untuk saya dan semua perempuan
Selamat Hari Perempuan Sedunia :)
(terinspirasi dari tweet @mrskurtcher )

Komentar

Artna B (xika) mengatakan…
Sayangnya, kita kemudian kecewa ketika kerja keras kita sia-sia
Apa yang kita pikir sudah yang terbaik ternyata belum cukup baik
Dan selalu, tidak akan pernah cukup..

Selalu merasa salah
Selalu merasa kalah



...exactly

Postingan populer dari blog ini

Internship Madness Part 1

Dulu waktu SMA, setiap pulang lewat Sudirman saya suka mikir, kapan ya saya bakal menempati salah satu ruang di gedung kaca super tinggi itu? Nggak jarang saya kadang pengen jadi salah satu pegawai yang mondar-mandir di siang hari bareng temen-temennya cari tempat makan siang. Kayaknya seru, entah kenapa.
Dan berkat pilihan saya untuk kuliah di sekolah bisnis di Cilandak ini, saya bisa ngerasain itu bahkan ketika saya baru kuliah 6 bulan! Dalam rangka program On The Job Training dari kampus, akhirnya, sekarang, saya jadi bagian dari mereka selama sebulan. Hasil pengalaman kerja itu bakal jadi bahan presentasi di semester depan. Asik? Listen to my story here.
Setiap jam 8 saya menembus jalur 3 in 1, parkir di salah satu gedung kawasan Sudirman, menyapa Pak Satpam, menunggu lift, membuka pintu (meskpun dibukain karena saya nggak punya ID), menuju bilik saya sendiri (ya, bilik saya!) - meskipun cuma satu bulan, mulai bergaul dengan satu komputer di depan mata, nggak sabar nunggu jam makan …

Si Ndok Krompyang

Hmm.. Sebenernya itu berasal dari Bahasa Jawa. Ndok adalah sebutan untuk anak perempuan dan krompyang itu artinya pecah. Waktu saya kecil, ibu saya memanggil saya dengan sebutan itu berdasarkan kenyataan bahwa saya itu ahli banget ngejatohin barang. Adaaa aja barang yang jatoh, dan kebanyakan barang tersebut akan pecah setelahnya. Bahkan dulu saya itu orang terakhir yang bakal dipercaya untuk dititipin megang apa-apa in case ada yang mintain tolong. Mereka berasumsi saya bakal mecahin barang itu, walaupun benar... 70% kemungkinan barang tersebut emang bakal jatoh dari tangan saya.
Tekanan psikologis dari julukan itu masih membekas sampe sekarang. Makanya saya selalu berusaha menghindari tempat barang pecah belah atau tumpukan kardus gitu. Bawaannya selalu deg-degan kalo ada di daerah kayak gitu. Tapi entah sial atau apa, walaupun udah hati-hati, masih aja suka jatoh juga. Entah kesenggol tas, jatoh dari tangan, atau apalah..
Saya juga nggak ngerti kenapa bisa kayak gitu. Mungkin karena …