28 Mar 2016

Pemanasan

Sebentar lagi kuartal kedua akan dimulai.
Saya lupa saya punya ruang ini,
tempat di mana saya bicara sendiri
dengan sedikit berharap ada pembaca mengerti
tapi pura-pura tidak peduli dan tidak perlu dikonfrontasi.

Ironis memang;
sengaja membuka eksistensi tapi tidak percaya diri,
memilih untuk ditemukan dalam ranah maya tapi memilih berkisah dalam metafora.

Lalu kemudian saya menulis ini,
memilih cara begini dengan membagi prosa dalam spasi
menjadi seakan puisi.

Padahal, isinya hanya rangkaian kalimat tak berinti,
tumpahan kata yang sulit berhenti,
tapi terlalu sayang untuk disimpan dalam hati.

------------------------------------
Dua hari sebelum kuartal satu ditutup
Rumah, 2016

24 Jan 2016

Teruntuk Rumput


Teruntuk Rumput di sana,
semoga tetap sedia
untuk berjalan bersama.

Salam,
Embun

______________________________________________

Pada suatu hari

Rumah, 24 Januari 2015


27 Feb 2015

Menantang Hujan

Selama ini ia benci Hujan.
Ia beli payung berbagai ukuran,
jas hujan dengan warna menawan, 
sepatu anti air dengan kualitas tak diragukan.
Lalu kemudian Hujan tidak datang selama beberapa pekan.
Sial, lalu apa gunanya semua perlengkapan?
Ia pikir ia benci Hujan.
Memang, tapi bukan dalam bentuk "tanpa pertemuan".
Ia perlu Hujan.
Untuk dilawan.



_____________________________________
Kebon Sirih, 27 Februari 2015
di penghujung musim penghujan

22 Jan 2015

Dari Embun kepada Rumput

Hanya minta satu hal ini,
Supaya kamu tidak berhenti
Menjadi tempat saya kembali
Setiap pagi..


Atau.. setiap kali.

____________________________
Di kala yang bukan lagi pagi
Januari 2015

12 Jan 2015

Sedia Payung?

+ Gawat. Hujan deras.
- Bukannya sudah tahu?
+ Ya, tapi mana saya tahu akan sederas ini! Kita cuma tahu akan hujan.
- Apa bedanya? Gerimis dan badai, intinya hujan. Bukannya kita sudah yakin untuk siap basah?


____________________________
langit semakin mendung..
Kebon Sirih, 2015

31 Des 2014

Episode Penutup Tahun

Matahari terbit dan tenggelam mungkin hanya pertanda hari
tapi ini menjadi simbol satuan waktu yang pasti
bahwa hidup berjalan tidak berhenti.

Maka izinkan saya berterima kasih
kepada setiap luka yang menyisakan perih
kepada setiap tawa yang pernah dibagi,
kepada  setiap air mata yang harus terjadi,
kepada  setiap mimpi yang masih dicari,
dan kepada setiap jawaban yang hadir di sini.

Selamat memulai tahun baru!

24 Des 2014

Cara Bersama yang Berbeda

Jika diumpamakan mobil dan kamu pengemudinya,
Jangan biarkan saya jadi tujuan ke mana kamu berjalan.
Jadikan saya penumpang yang duduk di sebelahmu
Mengingatkan jika kamu berkendara terlalu cepat atau menerobos lampu merah.

Jika kamu adalah sebuah kapal,
Jangan biarkan saya jadi pelabuhan terakhir kamu berhenti.
Jadikan saya penunjuk arah dan penanda bahaya
Memastikan kamu di jalur yang benar sampai nanti tiba pada tempatnya.

Jika kamu adalah penulis puisi,
Jangan biarkan saya jadi alasan kamu berkarya.
Jadikan saya kertas dan pena
Menjadi media tempat kamu berkeluh dan tertawa karena yang lainnya.

Karena bisa jadi memang begini cara kita bersama
Saling mengisi saat hidup terlalu rumit untuk dilalui sendiri
Tapi mungkin akan tersisih saat akhirnya kita menemukan teman hidup abadi.

Mungkin :)