4 Nov 2011

Iya, kan?

Saya dan dia bertemu dengan pakaian yang berbeda. Saya percaya ini pakaian terbaik saya. Begitu juga dengannya, yang punya keyakinan kuat bahwa itu pakaian terbaik untuknya. Tidak ada yang memaksa siapa harus berpakaian seperti apa. Kami dipertemukan. Bukan kebetulan, kan?

Saya dan dia berjalan ke arah yang sama. Saling menyamakan kecepatan. Supaya seiring, supaya dapat melangkah bersebelahan. Mungkin irama langkah kami berbeda. Mungkin saya memulai dengan kaki kiri dan ia mulai dengan kaki kanan. Mungkin sebaliknya. Tapi kami berdampingan. Sejalan. Searah. Tidak masalah, kan?

Apa salah kalau saya dan dia tidak sama?
Apa salah kalau berbeda tapi bersama?

Tidak ada komentar: