Langsung ke konten utama

Demotivasi 2

Saya masih dalam kondisi putus asa yang sama ketika saya menulis post sebelum ini. Tapi setidaknya, hari ini saya seperti dicurahkan berbagai nasihat, pembenaran, dan 'jendela-jendela' lain yang dibukakan untuk saya.

"Experience is what you get when you didn't get what you wanted" - Randy Pausch
Ini adalah suatu kutipan dari sebuah video tentang mewujudkan mimpi. Mungkin, ketika kita berpikir kita ada di tempat yang salah, seenggaknya kita pernah ngerasain bagaimana berada di situ. Dan kemudian kita punya pilihan, berputar arah atau tetap melanjutkan. Siapa tau sebenarnya ini tempat yang tepat, tapi kita nggak pernah tau kan?

"Wait long enough and people will surprise you. When you got piss off with somebody, that's because you didn't give them enough time" - Randy Pausch
Masih dari video yang sama, kutipan ini menendang satu aspek kehidupan saya yang lain. Yah, kutipan itu sudah menjawab semuanya kan?

"Rambut boleh sama hitam, tapi nasib bermacam-macam" - Samuel Mulia
Nah yang ini saya dapat dari koran Minggu pagi. Topiknya sedang membicarakan bagaimana kesuksesan itu berbeda-beda bagi tiap orang. Mungkin itu yang harus saya sadari sekarang. Saya nggak bisa berdoa hal yang sama dan berharap dijawab dengan cara yang sama kayaknya.

Kalo mereka yang nggak sekolah bisa sukses jadi pebisnis, mungkin saya yang sekolah ini bisa sukses juga tapi jadi...... ibu rumah tangga, mungkin? Hahahaa..

Komentar

Rio Adhiguna mengatakan…
hahaha sukses jadi ibu rumah tangga ya ya, mungkin saja. tapi dengan siapa? #eaa #topiklain

Postingan populer dari blog ini

Internship Madness Part 1

Dulu waktu SMA, setiap pulang lewat Sudirman saya suka mikir, kapan ya saya bakal menempati salah satu ruang di gedung kaca super tinggi itu? Nggak jarang saya kadang pengen jadi salah satu pegawai yang mondar-mandir di siang hari bareng temen-temennya cari tempat makan siang. Kayaknya seru, entah kenapa.
Dan berkat pilihan saya untuk kuliah di sekolah bisnis di Cilandak ini, saya bisa ngerasain itu bahkan ketika saya baru kuliah 6 bulan! Dalam rangka program On The Job Training dari kampus, akhirnya, sekarang, saya jadi bagian dari mereka selama sebulan. Hasil pengalaman kerja itu bakal jadi bahan presentasi di semester depan. Asik? Listen to my story here.
Setiap jam 8 saya menembus jalur 3 in 1, parkir di salah satu gedung kawasan Sudirman, menyapa Pak Satpam, menunggu lift, membuka pintu (meskpun dibukain karena saya nggak punya ID), menuju bilik saya sendiri (ya, bilik saya!) - meskipun cuma satu bulan, mulai bergaul dengan satu komputer di depan mata, nggak sabar nunggu jam makan …

Si Ndok Krompyang

Hmm.. Sebenernya itu berasal dari Bahasa Jawa. Ndok adalah sebutan untuk anak perempuan dan krompyang itu artinya pecah. Waktu saya kecil, ibu saya memanggil saya dengan sebutan itu berdasarkan kenyataan bahwa saya itu ahli banget ngejatohin barang. Adaaa aja barang yang jatoh, dan kebanyakan barang tersebut akan pecah setelahnya. Bahkan dulu saya itu orang terakhir yang bakal dipercaya untuk dititipin megang apa-apa in case ada yang mintain tolong. Mereka berasumsi saya bakal mecahin barang itu, walaupun benar... 70% kemungkinan barang tersebut emang bakal jatoh dari tangan saya.
Tekanan psikologis dari julukan itu masih membekas sampe sekarang. Makanya saya selalu berusaha menghindari tempat barang pecah belah atau tumpukan kardus gitu. Bawaannya selalu deg-degan kalo ada di daerah kayak gitu. Tapi entah sial atau apa, walaupun udah hati-hati, masih aja suka jatoh juga. Entah kesenggol tas, jatoh dari tangan, atau apalah..
Saya juga nggak ngerti kenapa bisa kayak gitu. Mungkin karena …