Langsung ke konten utama

Random Questions

"Apa rasanya waktu saya di dalem perut ibu?"
"Kalo saya nggak dilahirin di dunia saya jadi apa?"
"Kalo saya muncul jadi orang lain, hidup saya bakal gimana?"
"Kalo Newton nggak mikir tentang gravitasi, anak SMA jaman sekarang belajar fisika apa?"
"Apa yang muncul di otak Albert Einstein waktu mikir tentang foton dan persamaan populer itu?"
"Kenapa Tuhan pengen saya lahir di sini?"
"Apa yang diomongin sama benda-benda kayak sepatu, laptop, kacamata tentang saya?"
"Gimana rasanya jadi semut yang super kecil dan harus jalan super jauh?"
"Baju-baju saya iri nggak kalo saya lebih suka pake baju yang lain?"
"Apa yang dirasain sama orang yang nggak bisa ngeliat?"
"Melahirkan bakal sesakit apa?"
"Saya bakal nikah sama siapa?"
"Nanti saya bakal bisa kayak keluarga saya sekarang apa nggak?"
"Tuhan bosen nggak ya karena saya selalu minta dan ngeluh terus?"
"Kayak gimana ya kehidupan di luar bumi?"
"Kayak apa hidup di akhirat?"
"Kalo saya meninggal, siapa yang bakal jadi orang paling sedih selain keluarga saya?"
"Kalo saya meninggal, siapa yang bakal dateng di pemakaman saya?"
"..."

dan masih banyak jutaan pertanyaan yang terus muncul tanpa jawaban.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Drama queen

Beberapa waktu yang lalu, temen sekelas saya, Nia, membuat notes di Facebook. Maaf saya nggak punya url nya, tapi ini sedikit repost dari apa yang dia tulis di situ. "Kita itu aneh, kita nggak suka untuk jadi sedih tapi kita menikmati itu. Bisa dibilang kita sering memanjakan sisi melankolis kita dan mendramatisasi semuanya. Pas kita abis putus, kita justru sengaja ngeliatin foto-foto bareng mantan pacar, ngeliatin barang kenangan, dengerin lagu mellow. Kita ngelakuin hal yang kita tau bakal bikin kita tambah sedih, tapi tetep aja kita ngelakuin hal itu. Kita menikmatinya !" Yaa begitulah kira-kira beberapa kalimat yang merangkum notes tersebut. Nggak persis sama sih, tapi intinya begitu. Dan kemaren, saya abis ngobrol panjang dengan temen dekat saya. Dari dulu saya emang nggak punya kemampuan cukup untuk nahan air mata saya, jadi suatu kali ketika akhirnya saya nggak bisa nahan emosi, temen saya itu nanya "kenapa lo harus nangis kalo bikin lo tambah sedih, ...

What do you think

S aya baru sadar kalo saya ternyata sangat gampang kebawa trend. No, no, I don't mean fashion and those kinda stuffs. What I mentioned here is: cyber-social network . Looks familiar, huh? Zaman sekarang rasanya eksistensi orang nggak cuma diitung dari panjangnya meja kantin yang mereka butuhin buat makan bareng se-geng nya ( notes: no offense ), atau banyaknya vote dari adek kelas pas polling majalah sekolah "kakak ter-...". Keberadaan di dunia maya juga dipertanyakan. Coba deh, kalo ada yg kenalan, pasti nggak berapa lama bakal nanya: " punya facebook nggak? " atau " ada msn nggak? " Jawaban negatif dari pertanyaan ini bakal mengundang pemikiran yang setara dengan: " hari gini nggak punya handphone? " Pergaulan sekarang udah meluas. Dulu orang cari temen lewat surat, cari sahabat pena. Beberapa waktu kemudian, HP udah jadi pegangan wajib bahkan merambah ke babysitter dan anak TK. Pacaran pun dimulai dengan kenalan lewat sms-an. Seka...

Filosofi laut (part 2)

sambungan dari: filosofi laut (2006) img searched by google Akhirnya tiga taun udah saya abisin untuk berenang di laut ini sebagai ikan. Ikan kecil yang juga ketemu dengan segerombolan ikan kecil yang lain. Bareng-bareng menelu suri tempat yang penuh kejutan, yang tiba-tiba ada badai dan tiba-tiba tenang lagi. Tahun pertama, tahun kedua. Masing-masing punya cerita sendiri. Kita udah mulai bisa menentukan gerombolan mana yang bisa kita ikutin, yang bisa bantu kita dan bareng-bareng berenang beriringan. Kita juga udah mulai tau busuk-busuknya di balik karang-karang itu. Tahun kedua bagi saya adalah fase di mana saya udah di tengah-tengah, memutuskan untuk ikut arus menuju tujuan akhir karena udah terlambat untuk mundur dan balik ke belakang. Perjalanan yang cukup panjang dan saya nikmati meskipun cukup menghabiskan energi. Tapi tahun ketiga semua seperti terlalu cepat. Arus begitu hebat dan memaksa saya ikut berenang lebih kuat. Melihat kanan-kiri, teman seperjuangan udah berenan...