5 Jul 2013

Belajar dari yang Muda

Seperti yang saya pernah tulis di sini, inspirasi bisa datang dari mana saja. Pada tulisan kali ini saya ingin bercerita tentang sosok-sosok lainnya yang begitu berkesan untuk saya, yang baru saya temui sekitar sebulan yang lalu.

Pada akhir bulan Juni, saya berkesempatan untuk menjadi observer suatu program acara kampus. Program yang diberi tajuk "Young Scholar Indonesia" ini adalah kontribusi Prasetiya Mulya untuk memberi peluang bagi para pemuda-pemudi bangsa berkualitas untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Di sini, para peserta yang sudah lolos seleksi (yang tidak mudah, menurut saya) akan berkompetisi dalam games-games untuk memperoleh beasiswa bersekolah di sekolah bisnis terkemuka di Indonesia ini (bisa buka video promonya di link ini). Sebelas finalis pun terpilih setelah melalui berbagai tahapan dari psikotes, esai, presentasi, sampai wawancara.

Prestasi para peserta membuat saya berkaca ke diri sendiri dan bertanya: "apa yang saya lakukan di seumuran mereka waktu itu?". Para finalis yang umurnya sekitar 16-18 tahun benar-benar luar biasa. Bayangkan, ada finalis yang sudah menjadi best agent untuk salah satu perusahaan asuransi se-provinsi. Ada juga finalis yang sudah memiliki bisnis EO untuk acara sweet 17 dan pensi sekolah-sekolah di Bandung! Nggak semua orang bisa termotivasi untuk melakukan hal seperti itu sejak masih di bangku sekolah.

Selain itu, saya semakin terkagum-kagum dengan karakter para peserta seiring observasi yang saya lakukan. Kemampuan pikir mereka begitu dewasa, yang bahkan saya nggak yakin dulu saya akan berpikir seperti mereka pada usia yang sama. Tentunya emosi yang bergejolak khas remaja juga masih ada, tapi keberanian dan daya juang yang mereka punya itu nggak semua orang bisa memilikinya. Mereka berani keluar dari comfort zone, masuk ke lingkungan baru (bahkan salah satu dari mereka ada yang baru pertama kali ke ibukota!), dan mengeksplor seluruh kemampuan diri yang ada meskipun harus mengorbankan beberapa hal. Mereka berani mengungkapkan pemikiran mereka, tau apa yang harus mereka lakukan, dan memiliki tekad untuk mewujudkannya.

Di sisi lain, saya juga melihat mereka sebagai suatu komunitas yang unik. Mereka semua memiliki kualitas yang sama dalam bentuk yang berbeda. Nggak bisa dilihat siapa lebih baik dari siapa, nggak bisa dibandingkan karena talenta mereka pun beragam. Seperti yang saya kutip dari seorang juri "kita seperti membandingkan singa dengan koala". Begitulah, kalau mengutip Albert Einstein, "everybody is genius. But, if you judge a fish by its ability to climb a tree, it'll spend its whole life believing that it is stupid."

Mungkin para finalis YSI ini beruntung bisa mengeksplor diri mereka lebih dalam di usia yang sangat muda. Mereka juga beruntung bisa bertemu dengan berbagai sosok hebat selama program acara dan melalui semuanya bersama teman yang seirama.

Tapi saya pun tidak kalah beruntung, bisa berkesempatan bertemu mereka dan belajar banyak hal yang tidak saya sadari sebelumnya :)

----------
Kalau ingin mengetahui lebih dalam tentang program ini, silakan buka link ini atau bisa mengikuti tayangan program YSI ini di Kompas TV setiap hari Minggu pukul 10.30 (mulai 30 Jun) :)